Kategori
travel

Travel Bubble Jadi Solusi Tarik Investasi Dari Luar Negeri

Pemerintah Indonesia saat ini berencana membuka travel bubble dengan empat negara yaitu China, Korea Selatan, Jepang dan Australia maupun asean ketika penyebaran virus corona mulai mereka.

Lagnkah ini diharapkan bisa membantu menggaraihkan kembali perekonomian lintas negara, sekaligus mendatangkan wisatawan mancanegara. Namun saat ini sendiri Indonesia sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa negara Asean untuk menjalan kerja sama serupa “Travel Bubble”. Yang merupakan sebuah kebijakan untuk membuka perbatasan negara secara terbatas dengan beberapa negara saja.

Baca Juga: Tempat rekreasi yang terpopuler di pangandaran yang menarik

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu mengatakan ada dua kriteria yang ditetapkan sebelum travel bubble dilakukan. Adapun ketetapan tersebut yaitu adanya kesepakatan mengenai protokol kesehatan dan keputusan dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang terdiri dari para praktisi dan ahli epidemologi.

Travel Bubble 4 Negara

Jika travel bubble dibuka, kata Odo, maka yang akan melakukan kunjungan dalam waktu dekat mungkin bukan turis saja. Tetapi para pelaku usaha. Dia menjelaskan alasan membuka “travel bubble” dengan China, Korea Selatan, Jepang dan Australia adalah karena Indonesia memiliki hubungan erat dengan keempat negara tersebut.

Pertimbangan lainnya adalah banyaknya investasi dari negara-negara tersebut di Indonesia. Untuk itu pemerintah, lanjut Odo, akan mendorong penerbangan langsung dengan negara mitra yang sama-sama menerapkan travel bubble.

Lebih jauh Odo menggarisbawahi pembukaan travel bubble tidak hanya akan memperhatikan aspek ekonomi semata, tetapi juga aspek kesehatan. Jika negara yang dituju masih tinggi tingkat transmisi dan trennya terus menerus maka travel bubble tidak bisa dilakukan.

“Kan sekarang Beijing tiba-tiba ada outbreak lagi, Seoul ada outbreak lagi. Travel bubble ini untuk menciptakan rasa aman bagi business traveller atau pelancong. Travel bubble itu orang merasa yakin ketika melakukan perjalanan tidak akan tertular dengan Covid-19,” ujarnya mengutip VoA Indonesia.

Ditambahkannya, jika melihat laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Tidak semua daerah di Indonesia terdampak pandemi Covid-19 dan tidak semua daerah di Indonesia masuk dalam zona merah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers hari Kamis (18/6) mengatakan beberapa negara telah memulai diskusi tentang pengaturan “travel bubble” ini. Antara lain soal ruang lingkup koridor perjalanan, syarat dan ketentuan perjalanan dan protokol kesehatan yang akan diterapkan.