Kategori
Recreation travel

Bandara Las Vegas Jual Masker di Vending Machine

Bandara Las Vegas Jual Masker di Vending Machine. Tidak perlu khawatir ketika lupa membawa masker, hand sanitizer, atau alat pelindung diri (APD) lainnya saat berada di Las Vegas karena Bandara Internasional McCarran mengumumkan bahwa mereka ada menyediakan mesin penjualan otomatis (vending machine) untuk APD.

Seperti di Indonesia, bandara di berbagai negara di dunia juga sudah mulai dibuka. Kembali beroperasi di situasi new normal karena pandemi corona, ada hal baru yang dapat dijumpai di bandara.

“Seluruh dunia mengalami perubahan perilaku dan sudah mulai mempelajari kebiasaan baru, sehingga sangat tidak mungkin jika datang ke bandara tanpa APD,” kata juru bicara bandara, Christine Crews.

“Saya yakin kami adalah yang pertama di Amerika Serikat yang memiliki vending machine ini,” kata Crews.

Jika dulu bandara hanya tersedia vending machine makanan dan minuman. Vending machine ini menjual barang “yang lebih berharga” di dalamnya. Vending machine di Bandara Internasional McCarran memiliki enam baris produk APD.

Mesin penjualan otomatis berwarna putih itu sekilas terlihat mirip vending machine yang biasanya menjual camilan atau minuman.

Ada tiga vending machine yang tersedia untuk penumpang bandara yang berlokasi di Nevada itu, dua di kedua sisi area tiket Terminal 1, dan satu lagi di dekat pos pemeriksaan TSA Terminal 3.

Selain itu, beberapa bandara seperti Los Angeles Internasional juga mewajibkan untuk semua orang yang masuk ke bandara agar tetap mengenakan masker dan alat pelindung diri (APD). Terlepas apakah mereka terbang atau tidak.

Mengenakan masker, bukan tentang melindungi diri sendiri, ini tentang melindungi orang-orang di sekitar Anda agar dapat menggurangi kasus covid-19. Ini adalah etika terbang yang baru.

Di baris tersebut dipajang beberapa pilihan pembersih tangan, tisu alkohol, empat bungkus sarung tangan sekali pakai, dan masker.

Pembersih tangan dihargai mulai dari US$4.25 hingga US$6.50 sekitar Rp60 ribu sampai Rp92 ribu).

Sepuluh bungkus tisu dihargai US$5.25 (sekitar Rp74 ribu). Empat pasang sarung tangan dihargai US$4.50 (sekitar Rp64 ribu).

Masker kain, dalam ukuran dewasa dan anak-anak, yang bisa dipakai berkali-kali dihargai US$14.50 (sekitar Rp206 ribu).

Dan masker KN95 yang sekali pakai dihargai US$8.25 (sekitar Rp117 ribu).

“Dengan semua perubahan yang telah terjadi dengan cepat, seseorang bisa ada di bandara dan melupakan salah satu dari barang-barang esensial untuk perjalanan ini,” kata Christine Crews, juru bicara bandara McCarran.

Hingga saat ini, Nevada tercatat memiliki 10.678 kasus positif virus corona dengan 462 kasus kematian.

Di Amerika Serikat, jumlah kasus positif virus corona tercatat 2,23 juta, dengan 120 ribu kasus kematian dan 698 ribu kasus kesembuhan.

Sejak pekan lalu, Las Vegas telah membuka kembali hotel dan tempat kasinonya, dua bisnis yang menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Kategori
travel

Rute Jalan Kaki Terpanjang dan Berbahaya

Rute Jalan Kaki Terpanjang dan Berbahaya, – Jalan kaki menjadi jalan keluar untuk menghemat dana selama berwisata. Oleh sebab itu, sebisa mungkin pilihlah tempat penginapan yang tak berada jauh dari objek wisata atau pusat kuliner.

Tapi bagi beberapa wisatawan, jalan kaki dijadikan moda transportasi untuk berwisata. Sekaligus baik untuk Kesehatan.

Metode melancong yang ekstrem – namun menyehatkan sekaligus murah, ini pertama kali tercatat dilakukan oleh Dave Kunst dan John Kunst, dua kakak beradik yang jalan kaki melintasi Eropa, Amerika Utara, Asia, Timur Tengah, lalu kembali lagi ke Eropa pada tahun 1970. Dua kakak beradik memang sudah merencanakan perjalanan ini dan sudah mempersiapkan segala yang mereka butuhkan dalam perjalanan.

Pengalaman yang lebih nyata dan menikmati hidup secara perlahan (slow life) menjadi alasan mereka melakukannya.

Dalam salah satu forum diskusi r/MapPorn di Reddit pada tahun lalu, ramai dibicarakan rute jalan kaki terpanjang di dunia.

Rute jalan kaki terpanjang di dunia itu menghubungkan kota Cape Town di Afrika Selatan dengan kota Vladivostok di Rusia.

Melihat di Google Maps, jarak kedua kota tersebut sepanjang 22.387 kilometer.

Jarak tersebut sama saja dengan 13 kali bolak-balik ke puncak Everest.

Sayangnya, John tewas ditembak pemberontak di tengah perjalanan di Afghanistan.

Dave, bersama adiknya yang lain bernama Pete, lalu berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut dalam waktu empat tahun dengan total jarak 23.255 kilometer.

Setelah Dave, masih banyak deretan wisatawan yang memilih jalan kaki untuk keliling dunia.

Jangan takut tak bisa melihat pemandangan, karena rute jalan kaki ini melewati Sudan Selatan, Suriah, dan Georgia.

Selain itu orang yang melintasi rute jalan kaki tersebut juga bisa menikmati kekayaan flora dan fauna, terutama saat melewati Zimbabwe. Pemandangan alam yang sangat indah.

Namun keamanan saat melintasi kawasan-kawasan eksotis tersebut masih dipertanyakan, karena masih banyak kasus perang dan pemberontakan, kasus penyakit menular seperti malaria dan ebola, sampai cuaca yang ekstrem dari panas menyengat ke dingin menggigil.

Sehingga rute jalan kaki terpanjang di dunia ini juga disebut sebagai rute jalan kaki paling berbahaya di dunia.

Google Maps mengestimasi butuh waktu sekitar 4.492 jam atau 187 hari atau sekitar 6 bulan jalan kaki tanpa henti untuk bisa sampai dari Cape Town ke Vladivostok.

Jika berniat jalan kaki 8 jam per hari untuk mencapainya, butuh waktu 562 hari atau sekitar 18 bulan untuk bisa sampai.

Sungguh membutuhkan waktu yang lama dan Panjang untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Akan tetapi turis manca Negara tetap meminati berwisata dengan berjalan kaki ini, meskipun mereka tahu akan resiko yang akan mereka hadapi.

Berwisata berjalan kaki memang memiliki kepuasan tersendiri terutama bagi pecinta alam dan traveller.