Kategori
travel

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul! – Berlibur akhir pekan bersama keluarga khususnya ke destinasi wisata pantai pada Kabupaten Gunungkidul, kamu akan mensuguhi dengan panorama laut yang menawan. Bahkan, banyak  antaranya yang masih perawan.

Salah satunya adalah Pantai Buluk (atau Mbuluk) yang berada pada antara Pantai Baron dan Pantai Kukup. Untuk menuju pantai ini, wisatawan bisa melalui Pantai Baron. Sebelum pintu masuk ke Pantai Kukup, terdapat petunjuk ke kanan ke arah Pantai Buluk. Jalan yang ada pun belum teraspal dan hanya berupa tanah dan bebatuan kapur putih.

Selain pemandangan yang indah meski garis pantainya hanya sepanjang 25 meter, kamu juga bisa menjumpai tempat penginapan yang unik pada sana. Bangunan kamarnya menggunakan kayu, dengan panorama Pantai Buluk pada depan pintu.

Jika memandang ke arah timur maka akan terlihat Pantai Ngrawe atau tersebut Pantai Mesra. Tampak pula pemandangan Pantai Kukup dan tebing-tebing yang ada pada kawasan Pantai Buluk.

1. Ada enam kamar yang unik dengan pemandangan alam pantai yang indah‎

Pemilik penginapan Acala Ayu, Subroto, menjelaskan penginapannya memiliki enam kamar, terdiri dari lima kamar biasa dan satu kamar untuk keluarga. Dari enam kamar yang ada tiga kamar  antaranya memiliki konsep kamar mandi yang terbuka namun keamanan tetap terjaga.

Pada depan kamar penginapan ada sebuah pondok yang terbuat untuk sekadar makan atau minum bagi yang menginap. Selain itu ada teras yang bisa tergunakan untuk berfoto dengan latar belakang Pantai Selatan.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .”Konsep pembuatan penginapan yang ada pada perbukitan ini untuk memberikan kesan menyatu dengan alam saat menginap,” ucapnya saat hubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

2. Konsep penginapan yang menyatu dengan alam

Karena konsep penginapan menyatu dengan alam, d’inding juga terbuat dari kayu dan bambu, namun tak mengurangi privasi dari wisatawan yang menginap.

“Penginapan ini baru saja selesai terbangun pada bulan Agustus 2020. Jadi terbilang masih baru dan belum banyak kenal,” ungkapnya.

“Ada tiga kamar mandi yang sengaja membuat atapnya terbuka, pada dalam kamar mandi juga ada berbagai tumbuhan. Namun tak perlu takut untuk terintip saat mandi,” terangnya lagi.

3. Tarif menginap pada Acala Ayu

Menyinggung  mengenai tarif menginap, Subroto mengatakan untuk kamar berukuran kecil Rp400 ribu pada hari biasa namun pada akhir pekan tarifnya Rp500 ribu. Sementara untuk kamar berukuran besar bagi keluarga, tarif hari biasa Rp800 ribu sedangkan saat akhir pekan Rp1 juta.

“Pengunjung akan mendapatkan fasilitas makan sego gandul khas Gunungkidul yang terdiri dari nasi, bihun, telur yang terbungkus daun jati untuk sarapan,” terangnya.

Subroto menambahkan sampai saat ini untuk promosi d’irinya tidak menjalin kerja sama dengan layanan aplikasi layanan pesan hotel namun lebih banyak menggunakan aplikasi WhatsApp maupun Instagram‎.