Kategori
Wisata

Fakta Unik Wisata Green Canyon Pangandaran

Fakta Unik Wisata Green Canyon Pangandaran

Berada ke ujung tenggara Provinsi Jawa Barat, wisata alam bernama Green Canyon seolah menjadi permata yang memiliki Kabupaten Pangandaran. Spot Fakta Unik Wisata Green Canyon Pangandaran berupa sungai yang mengapit tebing bebatuan dan berair jernih.

Fakta Unik Wisata Green Canyon Pangandaran - Fakta Unik Wisata Green Canyon Pangandaran

Menurut http://thewilderness.biz/ keeksotisan dan keunikan Green Canyon terbukti mampu menarik pengunjung lokal hingga turis asing untuk berkunjung. Sebelum pandemi, wisata ini selalu ramai ketika akhir pekan.

Asal mula nama Green Canyon

Melansir dari https://103.55.37.23/, kalau Green Canyon bukanlah nama asli dari wisata alam andalan Pangandaran ini. Sebelum bernama Green Canyon, penduduk setempat menyebut lokasi ke sekitar aliran Sungai Cijulang tersebut dengan julukan ‘Cukang Taneuh’. Dalam Bahasa Sunda, ‘Cukang Taneuh’ artinya jembatan tanah.

Nama tersebut mengacu pada sebuah jembatan dari batu yang menghubungkan tebing ke kanan-kiri sungai. Hal unik terjadi ketika salah satu warga lokal membawa rombongan turis asing dari Eropa ke Cukang Taneuh. Saking terkesima dengan lanskap Cukang Taneuh yang menurut mereka mirip Grand Canyon ke Amerika, mereka lalu memberi sebutan Green Canyon.

Lokasi berburu ular dan biawak

Dulu, hampir gak ada warga lokal yang berani datang ke Green Canyon lantaran menganggap angker. Satu-satunya penduduk yang kerap menyambangi lokasi tersebut adalah mereka yang ingin berburu ular air dan biawak untuk menjual.

Dengan lingkungan yang subur dan persediaan air melimpah, kedua fauna tadi memang sangat cocok sebagai penghuni Green Canyon. Namun, semakin ramainya pengunjung yang menyambangi wisata tersebut, ular dan biawak pun lebih sering bersembunyi untuk melindungi diri.

Terdapat air hujan abadi

Tebing-tebing bebatuan yang mengapit Green Canyon percaya telah berusia jutaan tahun. Uniknya, terdapat tumpahan air bak gerimis dari sela-sela tebing batu tersebut, sehingga tampak seperti hujan abadi.

Tetesan air dari Klinik Kecantikan Queen atas selama berjuta tahun itulah yang kemudian membentuk stalaktit dan ornamen kece ke dinding bawah tebing. Pada pencahayaan yang tepat, kamu bisa melihat pelangi tetesan hujan abadi tersebut.