Kategori
Traveling

5 Destinasi Rumah Bambu di Bali, Sejuk dan Damai Buat Kumpul Keluarga

5 Destinasi Rumah Bambu di Bali, Sejuk dan Damai Buat Kumpul Keluarga

5 Destinasi Rumah Bambu di Bali, Sejuk dan Damai Buat Kumpul Keluarga – Demi mewujudkan liburan impian berkesan dengan keluarga yang tak terlupakan, biasakan untuk mencari tempat beristirahat yang nyaman dan bisa membuat liburan kita lebih santai juga seru untuk menikmati. Bagi kamu yang berencana untuk mengelilingi Nusantara bersama keluarga, Bali bisa menjadi alternatif berlibur sebagai destinasi.

Selain hotel mewah yang serba terpenuhi oleh dukungan teknologi tinggi, berikut ini ada lima pilihan penginapan pada Bali dengan tema rumah bambu. Tidak cuma unik, tempat-tempat ini biasanya mendesain dekat dengan semesta sehingga liburan kita bisa sangat bermakna, kumpul keluarga, serta mengenalkan anak-anak terhadap indahnya berdampingan dengan alam. Kira-kira yang mana saja tempat menginap ini berada?

1. Aura House

Aura House merupakan rumah bambu yang tersediakan untuk tempat menginap bagi turis lokal maupun mancanegara dengan menjanjikan pemandangan alam pada tengah pepohonan yang asri dan hijau.

Seluruh hunian terbuat sedikit terbuka dengan material yang kebanyakan terbuat dari bambu dengan tinggi bangunan yang pas untuk menikmati panorama Bali dengan tenteram dan damai. Aura House sendiri terletak dpadaAbiansemal dan merupakan bagian dari Green Village Bali, penyedia hunian ternama pada pulau eksotis tersebut.

Melansirkan dari http://162.241.119.31/ .Tempat ini cocok bagi kamu yang ingin pergi liburan bersama keluarga terutama dengan tujuan untuk menenangkan pikiran dan menjauhi bisingnya kota besar. Sebab suasana penginapan ini masih alami lantaran kawasannya yang masih terpenuhi desiran angin dari pergerakan antar pohon, suara gemericik sungai, dan tentu udara segar yang melimpah.

2. New Earth Haven

New Earth Haven adalah tempat yang cocok bagi kamu untuk memanjakan mata dengan suasana yang sangat khas desa dan belum terjamah modernitas yang tinggi. Tempat ini ibaratkan seni tradisional yang lebih cocok gunakan sebagai lokasi untuk menenangkan pikiran.

Mereka memiliki tempat singgah yang menyerupai kubah dengan sebagian besar komponen pendiri bangunan terbuat dari bahan-bahan tradisional seperti bambu dan atap ijuk. New Earth Haven juga akan sangat menarik untuk tinggali dengan tujuan menjauh dari ingar-bingar kota.

Tempat ini terbuat terbuka dengan sekeliling yang terapit oleh persawahan, jadi kamu tidak akan terlalu merasa sendiri dan cocok untuk tertinggali bersama keluarga dengan tujuan utama untuk quality time setelah sama-sama sibuk bekerja dan bersekolah.

3. Firefly Eco Lodge

Dalam menjangkau Firefly Eco Lodge, kamu akan tersuguhi jalanan setapak dengan hamparan sawah dan pepohonan pada sekeliling, sangat cocok apabila kamu menyukai tempat terbuka namun tetap damai dengan sedikit ingar-bingar yang mewarnai.

Terlebih jika kamu berlibur bersama keluarga, anak-anak bisa bebas bereksplorasi mengenal alam dan hunian tradisional unik yang belum banyak tersentuh kemudahan teknologi yang banyak gunakan saat ini.

4. Veluvana Bali

Veluvana Bali hadir untuk kamu dan keluarga yang ingin menjauhkan d’iri dari ingar-bingar perkotaan dan merasakan sejuknya alam hijau. Tempat ini berada pada kawasan Sidemen, Karangasem, Bali. Lokasi yang cocok bagi kamu yang tidak terlalu suka tempat yang sangat padat dengan wisatawan lain.

Rumah bambu ini tergolong sangat mungil dengan kolam yang cantik pada sekitarnya. Bayangkan kamu terbangun pada pagi hari bersama pemandangan alam terbuka seperti pegunungan pada atas ranjang yang nyaman. Hal ini merupakan impian yang sulit terwujudkan apabila kamu tinggal pada kota.

Veluvana tergolong tempat yang terbuka dengan persawahan, pepohonan, dan pegunungan yang mengelilingi. Jadi, tempat ini akan lebih cocok apabila kamu mengajak orang lain. Untuk tinggal bersama dan menghabiskan waktu sambil memandang sekitar yang asri seperti keluarga.

5. Camaya

Camaya merupakan penginapan bertema rumah bambu selanjutnya yang tidak boleh terlewatkan saat kamu beserta keluarga ingin berlibur ke Bali. Lokasi tempat ini berada pada Selat, Karangasem, Bali dan tidak berlokasi pada kawasan sentra seperti Ubud.

Ada banyak pilihan tempat istirahat yang bisa tersesuaikan dengan keinginan kamu, seperti bentuk penginapan. Banyaknya ruang tidur, atau seberapa besar tempat yang teringinkan. Sehingga tempat ini cocok tersinggahi apabila kamu berlibur bersama keluarga besar.

Hampir semua sudut tersuguhi dengan pemandangan pepohonan dan persawahan. Sangat memanjakan mata bagi kamu yang merupakan pemburu sinar matahari karena tempat ini memiliki konsep agak terbuka. Sehingga kamu dapat menikmati pagi dan malam pada bawah langit secara langsung.

Selain mengedepankan modernitas yang tinggi, Bali juga banyak menyediakan tempat-tempat yang masih sangat Nusantara. Jadi kamu beserta keluarga bahkan dengan anak-anak bisa menikmati suasana tradisional dengan temani alam yang masih asri dan indah. Mengagumi berbagai pesona yang ada #IndonesiaAja dan #WonderfulIndonesia sebagai kelebihan berwisata pada dalam negeri.

Kategori
Traveling

5 Fakta Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Indonesia

5 Fakta Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Indonesia

5 Fakta Penajam Paser Utara, Ibu Kota Baru Indonesia – Presiden Joko Widodo resmi akan memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Nantinya Jakarta akan menjadikan pusat bisnis dan keuangan berskala internasional.

Kedua kawasan tersebut ternilai punya lokasi strategis dan lahan yang luas. Mungkin sebagian dari kita masih belum terlalu mengenalnya, terutama Penajam Paser Utara.

1. Penilaian Presiden Jokowi terhadap Penajam Paser Utara

Presiden Jokowi menjelaskan empat alasan utama terpilihnya Penajam Paser Utara sebagai ibu kota baru Indonesia. Menurut hasil kajian, risiko bencananya minimal, baik berupa gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, longsor dan gunung berapi.

Lokasinya strategis, karena berada pada tengah-tengah Indonesia. Spesialnya lagi, Penajam berdekatan dengan kota berkembang pada Kalimantan, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Tak kalah penting, infrastrukturnya sudah cukup lengkap. Kalau mau mengembangkan, sudah tersedia 158 ribu hektare lahan pemerintah yang siap terbangun.

2. Kabupaten Penajam Paser Utara baru terbentuk 2002

Sebelum berdiri sendiri, Penajam Paser Utara masih menjadi satu kesatuan Kabupaten Pasir. Kabupaten ini baru terbentuk setelah adanya Undang-undang Nomor 7 Tahun 2002. Terlansirkan dari http://162.241.119.31/

Setelah itu, Kabupaten Pasir berganti nama menjadi Paser dengan menggabungkan empat kecamatan. Yang antaranya Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.

3. Penajam Paser Utara menjadi kabupaten termuda ke-2

Penajam Paser Utara merupakan Kabupaten ke-13 pada Kalimantan Timur. Kabupaten termuda ke-2 ini memiliki jumlah penduduk sekitar 166 ribu jiwa. Ada 24 kelurahan dari empat kecamatan.

Berpusat pada Penajam sebagai ibu kota, kawasan ini berbatasan dengan Kutai Kartanegara pada sebelah utara, sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar, dan Kabupaten Paser pada selatan, serta Kabupaten Kutai Barat pada bagian barat.

4. Punya semboyan “Benuo Taka”

Penajam Paser Utara punya semboyan “Benuo Taka” yang selalu tertera pada lambang daerahnya. Terambil dari bahasa Suku Paser, semboyan tersebut bermakna Penajam Paser Utara terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan budaya, tapi tetap merupakan satu kesatuan ikatan kekeluargaan.

5. Penajam Paser Utara masih tertinggali suku asli

Sama halnya dengan wilayah Kalimantan lain, Penajam Paser Utara juga tertinggali Suku Dayak Paser. Sayangnya, mereka termasuk minoritas, karena bermukim di pelosok atau pedalaman.

Total Suku Dayak Paser pada Kalimantan Timur berjumlah sekitar 155 ribu jiwa. Sebagian besar Suku Paser beragam Islam dan Kristen.

Kategori
Traveling

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul! – Berlibur akhir pekan bersama keluarga khususnya ke destinasi wisata pantai pada Kabupaten Gunungkidul, kamu akan mensuguhi dengan panorama laut yang menawan. Bahkan, banyak  antaranya yang masih perawan.

Salah satunya adalah Pantai Buluk (atau Mbuluk) yang berada pada antara Pantai Baron dan Pantai Kukup. Untuk menuju pantai ini, wisatawan bisa melalui Pantai Baron. Sebelum pintu masuk ke Pantai Kukup, terdapat petunjuk ke kanan ke arah Pantai Buluk. Jalan yang ada pun belum teraspal dan hanya berupa tanah dan bebatuan kapur putih.

Selain pemandangan yang indah meski garis pantainya hanya sepanjang 25 meter, kamu juga bisa menjumpai tempat penginapan yang unik pada sana. Bangunan kamarnya menggunakan kayu, dengan panorama Pantai Buluk pada depan pintu.

Jika memandang ke arah timur maka akan terlihat Pantai Ngrawe atau tersebut Pantai Mesra. Tampak pula pemandangan Pantai Kukup dan tebing-tebing yang ada pada kawasan Pantai Buluk.

1. Ada enam kamar yang unik dengan pemandangan alam pantai yang indah‎

Pemilik penginapan Acala Ayu, Subroto, menjelaskan penginapannya memiliki enam kamar, terdiri dari lima kamar biasa dan satu kamar untuk keluarga. Dari enam kamar yang ada tiga kamar  antaranya memiliki konsep kamar mandi yang terbuka namun keamanan tetap terjaga.

Pada depan kamar penginapan ada sebuah pondok yang terbuat untuk sekadar makan atau minum bagi yang menginap. Selain itu ada teras yang bisa tergunakan untuk berfoto dengan latar belakang Pantai Selatan.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .”Konsep pembuatan penginapan yang ada pada perbukitan ini untuk memberikan kesan menyatu dengan alam saat menginap,” ucapnya saat hubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

2. Konsep penginapan yang menyatu dengan alam

Karena konsep penginapan menyatu dengan alam, d’inding juga terbuat dari kayu dan bambu, namun tak mengurangi privasi dari wisatawan yang menginap.

“Penginapan ini baru saja selesai terbangun pada bulan Agustus 2020. Jadi terbilang masih baru dan belum banyak kenal,” ungkapnya.

“Ada tiga kamar mandi yang sengaja membuat atapnya terbuka, pada dalam kamar mandi juga ada berbagai tumbuhan. Namun tak perlu takut untuk terintip saat mandi,” terangnya lagi.

3. Tarif menginap pada Acala Ayu

Menyinggung  mengenai tarif menginap, Subroto mengatakan untuk kamar berukuran kecil Rp400 ribu pada hari biasa namun pada akhir pekan tarifnya Rp500 ribu. Sementara untuk kamar berukuran besar bagi keluarga, tarif hari biasa Rp800 ribu sedangkan saat akhir pekan Rp1 juta.

“Pengunjung akan mendapatkan fasilitas makan sego gandul khas Gunungkidul yang terdiri dari nasi, bihun, telur yang terbungkus daun jati untuk sarapan,” terangnya.

Subroto menambahkan sampai saat ini untuk promosi d’irinya tidak menjalin kerja sama dengan layanan aplikasi layanan pesan hotel namun lebih banyak menggunakan aplikasi WhatsApp maupun Instagram‎.

Kategori
Traveling

Tiga Gunung di Lampung Cocok untuk Pendaki Pemula

Tiga Gunung di Lampung Cocok untuk Pendaki Pemula

Tiga Gunung di Lampung Cocok untuk Pendaki Pemula – Tatanan baru era COVID-19 jalur pendakian kembali ramai tersambangi para pendaki profesional maupun pendaki pemula yang baru ingin belajar mendaki.

Untuk kamu yang tinggal pada daerah Lampung, menyukai tantangan dan tertarik melihat keindahan alam dari atas ketinggian, tiga gunung ini cocok untuk menjadi awal perjalanan kamu mendaki gunung.

1. Gunung Rajabasa

Gunung berapi yang terletak pada Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini berada pada ketinggian sekitar 1.281 meter pada atas permukaan laut. Untuk tiket masuk ke gunung ini terkenakan biaya parkir sebesar Rp5 ribu dan per orang membayar seiklasnya saja.

Menurut Micho Zyafutra, pegiat alam dari Pendaki Cupu yang sudah mendaki ratusan gunung ini, Gunung Rajabasa cocok menjadikan sebagai perjalanan awal untuk pendaki pemula karena jalurnya tidak terlalu sulit terjangkau.

Dari basecamp menuju ke pos satu, durasinya lebih satu jam. Biasanya, pendaki berangkat dari basecamp sore hari dan beristirahat pada pos satu karena pada pos tersebut terdapat mata air. “Karena ada mata air jadi kita bisa camp  situ dulu, besok pagi baru deh lanjut ke puncak,” ujar Micho.

Terkait perlengkapan yang membawa imbuhnya, seperti tenda dan lain-lain yang tidak terbutuhkan pada puncak, tertinggal pada pos satu. Saat menuju puncak hanya membawa minum, dan logistik untuk  atas. Dari pos satu menuju ke puncak memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam bergantung kondisi jalannya.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Untuk rintangannya kalau pada Gunung Rajabasa gak terlalu ada rintangan sih. Jangan lupa bawa mantel juga takut hujan,” katanya.

2. Gunung Betung

Gunung berlokasi dekat Kota Bandar Lampung ini memiliki ketinggian 1.240 mdpl dan menjadi gunung yang cukup populer bagi para pendaki. Jalur pendakiannya pun tidak jauh berbeda dengan Gunung Rajabasa, mengingat tingginya pun hampir sama.

Hanya saja iklim pada Gunung Betung lebih lembab dan banyak binatang pacet serta sedikit licin jika hujan. Pada gunung ini terdapat camp satu dan camp dua yang letaknya berdekatan.

Untuk mencapai puncak, durasinya sekitar dua sampai tiga jam. Tiket masuk pada Gunung Betung senilai Rp10 ribu per orang dan biaya parkir Rp5 ribu.

3. Gunung Tanggamus

Meski menjadi gunung tertinggi ketiga pada Lampung, tapi Gunung Tanggamus juga cocok untuk para pemula. Mengingat gunung ini sangat populer sekali dan selalu ramai terkunjungi. Tapi tidak sampai puncak, biasanya pendaki hanya camp pada campgroundnya saja.

Dari basecame ke campground sekitar satu jam. Nah, pada situlah para pendaki bermalam dan jarang sekali yang sampai ke puncak karena jalan menuju puncaknya memang terbilang sulit.

“Kalau jalan ke puncaknya itu terjal, nanjak terus dan sana iklimnya lembab terus sulit air. Pokoknya bakal nguras tenaga bener. Dari campground ke puncak itu sekitar lima sampai enam jam,” terang Micho.

4. Mendaki pada tengah pandemi

Menurut Micho, selama new normal ini jalur pendakian makin ramai karena sebelumnya banyak yang tertutup. Alhasil, para pendaki melampiaskan rasa rindunya dengan alam terbuka. Namun tentu saja banyak yang berubah mendaki pada tengah pandemik ini terutama protokol kesehatan yang semakin ketat.

Saat ini kuota pendakian dikurangi, wajib membawa hand sanitizer, menyertakan surat sehat serta menjaga jarak. “Ketika di gunung tetap jaga jarak karena kan banyak orang dan nggak tau siapa yang bawa virus. Jadi lebih hati-hati ketika ketemu orang baru,” katanya.