Kategori
travel

Lagi Viral, Ini Tips dan Tarif Berkunjung ke South Shore Gunungkidul

Lagi Viral, Ini Tips dan Tarif Berkunjung ke South Shore Gunungkidul

Lagi Viral, Ini Tips dan Tarif Berkunjung ke South Shore Gunungkidul – Ada tempat wisata baru yang tengah nge-hits pada Kabupaten Gunungkidul. Beach cafe bernama South Shore ini menawarkan konsep layaknya kafe pada Pulau Dewata, dengan pemandangan khas Pantai Selatan. Letaknya berada pada antara pantai Sadranan dan pantai Ngandong.

Lokasi yang instagramable dengan infinity pool, tentu bikin orang penasaran untuk menyambangi South Shore yang telah buka sejak September 2020 lalu ini. Mari, simak beberapa tips sekaligus tarifnya jika kamu ingin berkunjung ke sini pada akhir pekan!

1. Wajib reservasi sebelum datang

Launching pada masa pandemi COVID-19, membuat manajemen South Shore menerapkan peraturan reservasi via WhatsApp kepada pengunjung yang ingin datang ke kafe ini. Kalau kamu nekat datang tanpa booking terlebih dulu, siap-siap saja untuk tertolak masuk!

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/.Kafe ini beroperasi dari hari Selasa sampai Minggu dan terbagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 12.00-15.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB. Setiap sesi cuma menerima maksimal 60 orang pengunjung.

2. Terdapat dua jenis paket kunjungan

Karena beach cafe ini menawarkan lokasi nongkrong yang premium, maka ada biaya paket yang mesti kamu bayar, nih. Paket pertama sebesar Rp100 ribu per orang, yaitu terdiri dari tiket masuk seharga Rp30 ribu dan paket makan senilai Rp70 ribu.

Sedangkan paket kedua sebesar Rp200 ribu per orang mencakup akses infinity pool, tiket masuk seharga Rp30 ribu, dan paket makan senilai Rp100 ribu. Kedua jenis paket kunjungan tersebut sudah include biaya parkir kendaraan, d’irect access ke pantai, dan kamar mandi, ya.

Sayangnya, buat kamu yang pengin membawa kamera profesional seperti DSLR dan mirrorless, juga drone, bakal terkenakan biaya tambahan mulai dari Rp100 ribu tergantung jenis peralatan yang kamu bawa. Wah, siap-siap budget agak banyak, nih!

3. Aktivitas seru yang bisa kamu lakukan pada South Shore

Dari lokasinya yang punya view laut lepas, tentu saja foto-foto untuk konten pada media sosial menjadi agenda utama yang gak boleh terlewatkan saat ke South Shore Jogja. Untuk mendapat suasana yang keren, berkunjung pada sesi sunset lebih merekomendasikan karena nuansanya memang juara banget!

Bagi kamu yang memilih paket kunjungan infinity pool, menyarankan memakai kostum yang sopan karena posisi kolam benar-benar berada pada tengah kafe. Terlihat dari letaknya, infinity pool ini sepertinya lebih cocok untuk spot berswafoto membanding spot berenang karena areanya gak begitu luas.

4. Beberapa tips sebelum berkunjung ke South Shore

Karena South Shore berkonsep outdoor cafe, kamu yang berniat ke sini mesti bersiap dengan embusan angin yang cukup kencang. Soalnya, tempat ini bersisian langsung dengan laut lepas. Gak jarang payung-payung kafe yang menaungi meja kursi pengunjung juga ikut terhempas.

Terlebih saat sudah memasuki musim hujan seperti sekarang. Kamu perlu bersiap pula jika sewaktu-waktu turun hujan karena tempat meneduh pada area kafe cukup minim. Mengecek prakiraan cuaca sebelum ke South Shore dan membawa payung lipat adalah pilihan tepat.

Jangan lupa membawa sunscreen atau sunblock, terutama bagi kamu yang datang saat sesi lunch. Kamu bisa nongkrong dengan nyaman tanpa khawatir kulitmu terbakar.

5. Menuju South Shore Gunungkidul

Berkunjung ke South Shore memang lebih nyaman naik kendaraan pribadi. Dari pusat kota Yogyakarta, kamu akan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam. Tenang, buat kamu yang gak paham rute jalan, titik South Shore sudah tertulis jelas pada aplikasi peta.

Area parkir kafe terbilang luas. Dari tempat parkir kendaraan, kamu bakal tersambut pegawai yang menanyakan apakah kamu sudah reservasi atau belum. Setelahnya, ada beberapa anak tangga menuju spot utama South Shore yang bertulisan kalimat “selamat datang” dalam beragam jenis bahasa. Keren deh pokoknya!

Sejak resmi telah buka untuk umum, sesi sunset memang menjadi favorit pengunjung yang penasaran dengan South Shore. Namun, kalau gak kebagian sesi sunset, gak masalah kamu datang saat sesi lunch. Pasca puas menikmati South Shore, kamu bisa langsung melipir ke salah satu pantai cantik pada dekat kafe untuk menikmati matahari terbenam.

Kategori
travel

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul!

Asyik, Ada Tempat Menginap Unik di Pantai Buluk Gunungkidul! – Berlibur akhir pekan bersama keluarga khususnya ke destinasi wisata pantai pada Kabupaten Gunungkidul, kamu akan mensuguhi dengan panorama laut yang menawan. Bahkan, banyak  antaranya yang masih perawan.

Salah satunya adalah Pantai Buluk (atau Mbuluk) yang berada pada antara Pantai Baron dan Pantai Kukup. Untuk menuju pantai ini, wisatawan bisa melalui Pantai Baron. Sebelum pintu masuk ke Pantai Kukup, terdapat petunjuk ke kanan ke arah Pantai Buluk. Jalan yang ada pun belum teraspal dan hanya berupa tanah dan bebatuan kapur putih.

Selain pemandangan yang indah meski garis pantainya hanya sepanjang 25 meter, kamu juga bisa menjumpai tempat penginapan yang unik pada sana. Bangunan kamarnya menggunakan kayu, dengan panorama Pantai Buluk pada depan pintu.

Jika memandang ke arah timur maka akan terlihat Pantai Ngrawe atau tersebut Pantai Mesra. Tampak pula pemandangan Pantai Kukup dan tebing-tebing yang ada pada kawasan Pantai Buluk.

1. Ada enam kamar yang unik dengan pemandangan alam pantai yang indah‎

Pemilik penginapan Acala Ayu, Subroto, menjelaskan penginapannya memiliki enam kamar, terdiri dari lima kamar biasa dan satu kamar untuk keluarga. Dari enam kamar yang ada tiga kamar  antaranya memiliki konsep kamar mandi yang terbuka namun keamanan tetap terjaga.

Pada depan kamar penginapan ada sebuah pondok yang terbuat untuk sekadar makan atau minum bagi yang menginap. Selain itu ada teras yang bisa tergunakan untuk berfoto dengan latar belakang Pantai Selatan.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .”Konsep pembuatan penginapan yang ada pada perbukitan ini untuk memberikan kesan menyatu dengan alam saat menginap,” ucapnya saat hubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

2. Konsep penginapan yang menyatu dengan alam

Karena konsep penginapan menyatu dengan alam, d’inding juga terbuat dari kayu dan bambu, namun tak mengurangi privasi dari wisatawan yang menginap.

“Penginapan ini baru saja selesai terbangun pada bulan Agustus 2020. Jadi terbilang masih baru dan belum banyak kenal,” ungkapnya.

“Ada tiga kamar mandi yang sengaja membuat atapnya terbuka, pada dalam kamar mandi juga ada berbagai tumbuhan. Namun tak perlu takut untuk terintip saat mandi,” terangnya lagi.

3. Tarif menginap pada Acala Ayu

Menyinggung  mengenai tarif menginap, Subroto mengatakan untuk kamar berukuran kecil Rp400 ribu pada hari biasa namun pada akhir pekan tarifnya Rp500 ribu. Sementara untuk kamar berukuran besar bagi keluarga, tarif hari biasa Rp800 ribu sedangkan saat akhir pekan Rp1 juta.

“Pengunjung akan mendapatkan fasilitas makan sego gandul khas Gunungkidul yang terdiri dari nasi, bihun, telur yang terbungkus daun jati untuk sarapan,” terangnya.

Subroto menambahkan sampai saat ini untuk promosi d’irinya tidak menjalin kerja sama dengan layanan aplikasi layanan pesan hotel namun lebih banyak menggunakan aplikasi WhatsApp maupun Instagram‎.

Kategori
Recreation

Tips Dan Rute Destinasi Wisata Pantai Pangandaran

Tips Dan Rute Destinasi Wisata Pantai Pangandaran

Tips Dan Rute Destinasi Wisata Pantai Pangandaran, – Tempat wisata di Pangandaran selalu menarik untuk dikunjungi. Pangandaran sebagai wilayah bagian selatan dan barat Pulau Jawa ini memang terkenal akan objek wisata yang begitu indah. Mulai dari keindahan pantai, Taman Nasional Satwa, hingga pesona wisata airnya.

Wisata alam di Jawa Barat gak melulu soal curug (air terjun) saja. Ada begitu banyak tempat indah yang tersebar di sana, khususnya daerah Pangandaran. Terletak di paling selatan Jawa Barat, kamu bisa menemukan pantai eksotis bernama Pangandaran.

Dan inilah hal dan informasi tentang spot atau tempat foto wisata Pantai Pangandaran dari akses jalan rute lokasinya, tips dan harga tiket masuknya yang wajib kamu ketahui jika ingin berkunjung.

Di Pangandaran terdapat aneka wisata alam yang menyajikan keindahan yang begitu memesona. Pandangaran memang sudah dikenal dengan wisata alamnya, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi juga mancanegara. Salah satu destinasi wisata yang paling mencuri perhatian adalah Green Canyon.

Akses rute jalan ke Pantai Pangandaran

Ada banyak cara menuju Pangandaran, mulai dari jalur darat hingga udara. Misalnya kalau dari Jakarta, kamu bisa naik bus Gapuraning Rahayu selama tujuh jam. Harganya sekitar Rp90 ribuan.

Kalau pengin lebih cepat, ada penerbangan Jakarta-Pangandaran menggunakan pesawat milik PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air). Lama perjalanannya sekitar 45 menit dengan harga Rp824 ribuan.

Alternatif lainnya, kamu bisa naik kereta api dari Stasiun Gambir ke Stasiun Banjar. Jarak tempuhnya sekitar delapan jam, harganya dibanderol mulai Rp110 ribu. Dari Stasiun Banjar, kamu bisa lanjut menggunakan bus untuk lanjut ke Pangandaran.

Kalau kamu memilih menggunakan kendaraan pribadi, tak perlu khawatir nyasar. Sebab, jalan menuju Pantai Pangandaran sudah bisa diakses melalui Google Maps atau Waze.

Pantai Pangandaran menawarkan berbagai aktivitas seru

Berenang atau berjemur jadi sudah hal biasa yang dilakukan ketika bermain di Pantai. Di Pantai Pangandaran, kamu bisa mendapatkan pengalaman yang lebih seru dan menarik.

Pantai Pangandaran menyediakan beragam pilihan watersport, seperti banana boat, jetski, big mable boat, aqua glade, dan sebagainya. Harganya dibanderol mulai Rp30-300 ribu.

Spesialnya lagi, terdapat sebuah cagar alam tak jauh dari Pantai Pangandaran. Kamu bisa melihat beberapa hewan, seperti monyet, rusa, kerbau, dan lain-lain. Kalau menelusuri lebih jauh lagi, kamu bisa melihat gua dan air terjun di kawasan itu.

Jangan lewatkan pasar ikan di Pantai Pangandaran

Pasar ikan merupakan daya tarik lainnya yang bisa kamu temukan di Pantai Pangandaran. Sebab, kawasan ini dulunya dikenal sebagai kota nelayan. Hingga saat ini pun kamu bisa melihat atau ikutan para nelayan menangkap ikan.

Di pasar tersebut, kamu bisa membeli aneka hasil olahan laut yang segar. Kamu bisa mengolahnya sendiri atau minta mereka menjadikannya sebagai masakan yang lezat.