Kategori
BUSSINESSS

Nelayan Bisa Akses Digitalisasi Pelabuhan, Penerimaan Negara Di Genjot

Nelayan Bisa Akses Digitalisasi Pelabuhan, Penerimaan Negara Di Genjot

Di kutip dari thewilderness.biz, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendigitalisasi sejumlah layanan yang ada di pelabuhan. Hal itu di lakukan guna mendukung pelaksanaan program terobosan, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sub sektor perikanan yang di tangkap.

telkomsel nelayan pandeglang1 - Nelayan Bisa Akses Digitalisasi Pelabuhan, Penerimaan Negara Di Genjot

“Digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut hingga memperkuat pendataan hasil produksi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis.

1. WakatobiAIS dapat memonitor keberadaan kapal

Di kutip dari lebron15shoes.us.com/, KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) memasang alat Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Informasi – Automatic Identification System (WakatobiAIS) pada sepuluh kapal nelayan yang berada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Serang, Banten.

Pemasangan alat ini di lakukan bersama LPTK dan Solusi247 yang di dukung penuh oleh Pusat Riset Kelautan (Pusriskel), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dan Direktorat Kepelabuhanan DJPT.

Wakatobi AIS merupakan perangkat AIS Class B yang dapat mengirim posisi kapal secara simultan. Dengan demikian, keberadaan kapal dapat di ketahui oleh kapal-kapal lain di sekitarnya dan stasiun monitoring di darat.

“Kegunaannya sebagai alat keselamatan nelayan apabila kapal yang mereka operasikan dalam kondisi bahaya,” jelasnya.

2. WakatobiAIS menjadi alat keselamatan nelayan

Pemasangan WakatobiAIS sangat mudah. Cukup dengan memasang antena di posisi tertinggi kapal lalu memasang alat utama AIS pada posisi yang mudah di jangkau oleh awak kapal. Sebagai perbandingan, produk AIS yang lain membutuhkan sambungan listrik ke catu daya seperti ke aki atau adaptor DC juga sambungan kabel ke antena GPS yang di pasang terpisah.

Hasil inovasi riset Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi ini di nilai cocok untuk kapal-kapal nelayan Karangantu yang sebagian besar merupakan kapal bagan.

Nelayan di sana kerap menangkap ikan di lokasi yang ramai pelayaran kapal-kapal besar dari Cilegon dan Merak. Keberadaan kapal nelayan berisiko tertabrak atau terkena hempasan ombak tinggi akibat kapal besar yang melintas.

“Kami sangat mendukung implementasi alat keselamatan nelayan di kapal-kapal nelayan, terutama nelayan di wilayah pengawasan kami. Terlebih di pilihnya PPN Karangantu. Hal ini merupakan kali pertama di manfaatkannya alat keselamatan nelayan. Di mana hasil temuan ini berasal dari para peneliti LPTK Wakatobi,” ujar Kepala PPN Karangantu, Asep Saefuloh.

Dalam pemasangan WakatobiAIS, terlebih dahulu di lakukan pengecekan kapal guna menentukan kapal memenuhi syarat. Instalasi di kapal hanya membutuhkan waktu 7 hingga 10 menit. Dan alat ini sendiri dapat langsung di nyalakan dan otomatis kapal dapat di lihat posisinya di layar monitor.

Selain melakukan instalasi transmiter AIS di kapal, tim juga melakukan instalasi sistem penerima AIS yang di pasang di kantor Pelabuhan. Sistem ini akan memudahkan operator Pelabuhan mengawasi dan memberikan pelayanan terhadap aktivitas kapal perikanan di PPN Karangantu.