Kategori
BUSSINESSS

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan Tiongkok

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan Tiongkok

ilustrasi pesawat boeing 737 max 8 - Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan Tiongkok

Di kutip dari thewilderness.biz, Boeing mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengaitkan isu seputar Hak Asasi Manusia (HAM) dan perselisihan lainnya ke dalam hubungan perdagangannya dengan Tiongkok.

Dalam pernyataan pada Rabu (31/3/2021), perusahaan pesawat AS itu juga mengatakan bahwa jika AS terus melakukan praktik yang sama. Dan akibatnya Boeing turut terkena dampaknya, maka perusahaan pesawat saingannya dari Eropa, Airbus, akan mendapatkan keuntungan.

Di kutip dari chromeheartssale.us.com/, “Saya pikir secara politik (Tiongkok) lebih sulit untuk pemerintahan ini. Dan itu untuk pemerintahan terakhir. Tapi kami masih harus berdagang dengan mitra terbesar kami di dunia: China,” kata Kepala Eksekutif Boeing Dave Calhoun dalam forum Pertemuan Penerbangan Kamar Dagang AS.

1. Perselisihan AS-Tiongkok

AS-Tiongkok memang telah terlibat cukup banyak perselisihan selama beberapa tahun terakhir. Perselisihan itu membentang mulai dari soal perdagangan, HAM, demokrasi Hong Kong hingga seputar virus corona dan Laut China Selatan.

Calhoun pun berharap ke depan AS tidak lagi mencampur-baurkan semua masalah tersebut dan mengaitkannya ke perdagangan.

“Saya berharap kita dapat memisahkan kekayaan intelektual, hak asasi manusia, dan hal-hal lain dari perdagangan dan terus mendorong lingkungan perdagangan bebas antara dua raksasa ekonomi ini. Kita tidak bisa di depak dari pasar itu. Pesaing kita akan langsung masuk,” ujarnya, mengutip Channel News Asia.

2. Persaingan dua perusahaan pesawat

Boeing dan Airbus merupakan dua perusahaan pesawat terpopuler di dunia. Keduanya telah terlibat perselisihan seputar subsidi pemerintah selama 16 tahun terakhir dan telah membawa masalah mereka ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk diselesaikan.

Dalam hal persaingan di pasar Tiongkok, Boeing dan Airbus masing-masing menjual sekitar seperempat pesawat jet mereka ke negara itu. Tiongkok sendiri telah melampaui Amerika Serikat sebagai pasar perjalanan domestik terbesar di dunia.

3. Tantangan di pasar Tiongkok

Meski Tiongkok adalah pasar yang menjanjikan, namun keberadaan Boeing telah terancam ketika AS dan Tiongkok terlibat perang dagang yang di cetuskan di era pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Dalam perang dagang tersebut kedua negara saling menerapkan tarif hingga mencapai ratusan miliar dolar.

Hal itu menambah tekanan pada fakta di mana pembelian Tiongkok atas pesawat telah melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Kategori
travel

Negara yang Berikan Visa Multiple untuk WNI

Negara yang Berikan Visa Multiple untuk WNI

Negara yang Berikan Visa Multiple untuk WNI, – Bagi Anda yang senang jalan-jalan atau sering bepergian ke luar negeri, pastinya urusan pembuatan visa bukanlah sesuatu yang baru bagi Anda.

Visa berguna sebagai dokumen yang berisi tanda izin jika Anda diperbolehkan memasuki suatu negara. Meski sudah terbiasa, bukan berarti Anda melewatkan kesempatan untuk membuat Visa Multiple Entry yang memberikan Anda peluang untuk mengunjungi negara asing berkali-kali hanya dengan satu kali pembuatan visa, kan?

Meski terdengar menyenangkan, tidak semua negara memberikan privilage tersebut bagi warga negara Indonesia. Untuk itu, ini lima negara yang beri Visa Multiple Entry pada WNI. Apa saja?

Australia

Per tanggal 1 Desember 2015, warga negara Indonesia dapat mengajukan Visa Multiple Entry ke Australia. Visa ini berlaku selama tiga tahun dengan durasi tinggal tiga bulan.

Visa Multiple Entry berlaku bagi semua warga negara Indonesia untuk pemegang semua jenis paspor. Proses pengajuan Visa Multiple Australia hampir sama dengan visa biasa, persyaratannya pun sama.

Anda bisa melakukan pengurusan visa di Australia Visa Aplication Centre (AVAC) dan mengisi dokumen yang diperlukan secara online di website resminya. Untuk biayanya, Anda akan dikenakan biaya mulai Rp 1,5 juta-an per orang.

China

Negara dengan ibu kota Beijing ini juga memberi kesempatan WNI untuk mengajukan Visa Multiple Entry. Hanya saja waktu kunjung yang diberikan oleh China tidak selama negara-negara lainnya. Ada dua periode waktu yang berlaku di Visa Multiple China, yaitu enam bulan dan setahun.

Untuk mengajukan permohonan visa China, biaya yang Anda keluarkan akan berbeda tergantung periode berlaku visa. Visa dengan periode enam bulan dihargai Rp 600 ribu. Sedangkan yang setahun dihargai Rp 900 ribu.

Dengan visa tersebut Anda dapat berkunjung ke China sesering mungkin, dan tinggal selama dua bulan setiap kali berkunjung.

Jepang

Terkenal karena budaya dan bunga sakura, Jepang menjadi salah satu primadona destinasi wisata tahun ini. Negeri matahari terbit itu menjadi salah satu negara yang memberikan WNI kesempatan mendapat Visa Multiple Entry sejak 1 September 2012 silam.

Visa jenis ini dapat Anda gunakan untuk traveling, kunjungan keluarga, atau kunjungan singkat lainnya.

Sama dengan Korea Selatan, Visa Multiple Jepang juga memberikan Anda kesempatan berkunjung berkali-kali selama lima tahun dengan izin tinggal 30 hari.

Dengan merogoh kocek Rp 720 ribu, Anda bisa mengurus permohonan visa jenis ini di Japan Visa Application Center yang berada di Lantai 4 Lotte Shopping Avenue.

Jika dulunya permohonan Visa Multiple Jepang hanya dapat dilakukan WNI yang berdomisili di Indonesia, sekarang WNI dapat melakukan permohonan di Kantor Perwakilan Negara Jepang setempat.

Syarat permohonan pembuatan visa ini antara lain, pernah berkunjung ke Jepang selama tiga tahun terakhir atau pernah berkunjung ke negara yang tergabung dalam G7, seperti Kanada, Prancis, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa.

Syarat lainnya adalah membawa bukti kemampuan ekonomi, seperti salinan rekening tabungan dan bukti kepemilikan properti. Bagi Anda yang ingin berkunjung tanpa visa ke Jepang, bisa memanfaatkan e-passport yang Anda miliki. Hanya saja masa tinggalnya maksimal 15 hari.

Korea Selatan

Negeri Ginseng adalah salah satu dari lima negara yang memberi WNI Visa Multiple Entry. Dengan membayar sebesar Rp 1.224.000,00 untuk biaya pembuatan. Anda akan mendapat kesempatan bebas berkunjung ke Korea Selatan selama lima tahun dengan masa izin tinggal selama 30 hari.

Ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi sebelum mengajukan permohonan pembuatan Visa Multiple Entry. Persyaratannya antara lain, pernah berkunjung setidaknya satu kali ke Korea Selatan atau pernah mengunjungi negara yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development).

Negara-negara yang tergabung dalam ikatan tersebut ada banyak, seperti Australia, Jepang, Irlandia, Belanda, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang belum pernah ke Korea Selatan atau negara OECD lainnya, tak perlu sedih karena masih ada kesempatan lainnya.

Misalnya saja memiliki pasangan Warga Negara Korea Selatan yang berdomisili di Indonesia, pemegang Visa Multiple Korea Selatan, pegawai negeri sipil, karyawan BUMN, lulus atau melanjutkan sekolah di institusi pendidikan di Korea Selatan. Wah kesempatan bertemu oppa jadi semakin mudah, ya!

Negara Eropa yang tergabung dalam Perjanjian Schengen

Kawasan Eropa memang sering kali jadi impian para traveler. Menikmati bratwurst langsung di Jerman, melihat kincir angin Belanda. Atau menyambangi menara Eiffel yang ternama hanyalah sedikit impian dari traveler dunia. Untungnya, negara-negara tersebut memberikan Visa Multiple Entry bagi WNI.

Disebut sebagai Visa Schengen, visa jenis ini bisa Anda gunakan untuk mengunjungi 26 negara yang tergabung dalam Perjanjian Schengen.
Negara-negara tersebut antara lain, Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Yunani, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Berlaku selama 180 hari, Anda bisa memanfaatkan Visa Multiple Entry untuk bertandang ke 26 negara di atas dengan izin tinggal selama 90 hari.

Untuk membuat Visa Schengen, Anda mesti membawa bukti keuangan dan slip gaji tiga bulan terakhir, tiket pesawat PP, bukti reservasi penginapan, paspor yang masih berlaku minimal tiga bulan setelah keluar dari wilayah Schengen, asuransi perjalanan, dan tentunya dilengkapi dengan formulir, serta pas foto.

Biaya yang dikenakan untuk membuat Visa Schengen sebesar 60 euro. Atau setara Rp 969 ribu untuk pengguna dengan usia di atas 12 tahun. Dan 35 euro atau setara Rp 565 ribu untuk anak-anak berusia 6-12 tahun.