Kategori
travel

10 Hal yang Bikin Bule Kaget saat Traveling ke Jawa Timur

10 Hal yang Bikin Bule Kaget saat Traveling ke Jawa Timur

10 Hal yang Bikin Bule Kaget saat Traveling ke Jawa Timur – Bali menjadi kawasan wisata yang sering mengunjungi wisatawan asing. Padahal, banyak sekali kawasan wisata di Indonesia yang gak kalah menawan, seperti Jawa Timur.

Di Jawa Timur, ada beberapa wisata menawan yang masih sangat alami. Keindahan wisatanya selalu menarik dieksplorasi.

Bukan hanya wisatawan lokal, para turis asing alias bule pun tertarik mengunjungi berbagai wisata ke Jawa Timur. Namun, saat mencoba liburan ke Jawa Timur, mereka terkejut, lho.

Melansir dari http://katerinefrancisetsespeintres.com/ http://katerinefrancisetsespeintres.com/milik Lost LeBlanc dan Steve Yalo, berikut beberapa hal yang bikin bule kaget saat traveling ke Jawa Timur!

10 Hal yang Bikin Bule Kaget saat Traveling ke Jawa Timur, Yuk Lihat

1. Jarak antarwisata cukup jauh, sehingga harus menempuh perjalanan panjang dan macet. Sebagian besar waktu traveling dihabiskan di jalanan

2. Saat menggunakan kendaraan tanpa sopir, para turis kesulitan membayar tol, karena harus menggunakan kartu e-Toll. Kadang mereka harus membayar ekstra kalau tak punya kartu

3. Banyak penginapan terjangkau di sekitar tempat wisata. Meski sederhana, tetapi cukup nyaman untuk bermalam

4. Saat mengunjungi Gunung Bromo, mereka terkejut dengan cantiknya keindahan matahari terbit di kawasan ini. Pemandangannya epic banget!

5. Beberapa turis asing tak merasa dingin sama sekali padahal terlanjur membawa jaket tebal. Mereka terbiasa dengan suhu di tempat asalnya seperti Danielle Muntain melalui channel YouTube-nya

6. Gunung Bromo dan Air Tejun Madakaripura selalu ramai wisatawan, sehingga harus mencari spot tersembunyi untuk bisa menikmatinya

7. Banyak sekali warga lokal yang meminta berfoto bersama turis asing. Mereka heran, tetapi sekaligus senang, karena merasa jadi artis

8. Beberapa penjual di kawasan wisata suka memaksa turis membeli dagangannya, sehingga bikin gak nyaman

9. Kalau ingin melihat Air Terjun Tumpak Sewu dan Kapas Biru, harus melewati medan yang luar biasa licin. Perlu energi yang lebih biar gak kelelahan

10. Gak hanya Bali, turis asing terkejut karena Indonesia punya Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, yang cocok buat belajar surfing

Nah, itulah beberapa hal yang bikin kaget turis asing atau bule saat traveling ke Jawa Timur. Kalau kamu pernah merasakan yang sama gak, nih?

Kategori
travel

Kamu Sah jadi Travel Blogger Kalau Penuhi 5 Syarat Ini!

Kamu Sah jadi Travel Blogger Kalau Penuhi 5 Syarat Ini!

Kamu Sah jadi Travel Blogger Kalau Penuhi 5 Syarat Ini! – Karena seorang travel blogger itu gak mudah! Sekarang ini rasanya travel blogger sudah menjad’i profesi yang selalu orang impikan banyak orang. Terutama bagi yang punya hobi jalan-jalan. Sepintas, kalau terlihat-lihat sebagai travel blogger sangatlah menyenangkan. Karena bisa jalan-jalan ke mana saja gratis, bahkan memang terbayar untuk jalan-jalan.

Tapi nyatanya untuk bisa menjadi seorang travel blogger itu gak mudah. Gak hanya dengan modal suka jalan-jalan atau jago nulis. Apalagi cuma mengandalkan jumlah followers media sosial yang mencapai ribuan. Untuk bisa menjadi travel blogger, membutuhkan hal-hal yang lebih penting daripada itu.

Melansir dari katerinefrancisetsespeintres.com . Salah satu travel blogger kenamaan Indonesia, Rijal Fahmi Mohamad dalam sebuah webinar yang terselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia beberapa waktu lalu berbagi informasi mengenai travel blogger.

Dari materi yang tersampaikan, penulis pun menyimpulkan setidaknya ada 5 hal yang harus terpenuhi kalau seseorang mau tersebut travel blogger. Apa saja sih?

1. Harus punya blog atau situs sendiri

Salah satu hal utama dan terpenting yang harus dimiliki seorang travel blogger adalah blog atau situs pribadi. Kenapa penting? Karena blog atau situs pribadi itu layaknya portofolio atau album pribadi bagi seorang traveler. Blog atau situs pribadi juga berfungsi sebagai identitas seorang traveler dalam dunia maya.

Menurut Fahmi, selama seorang traveler hanya menulis untuk sebuah situs atau perusahaan tertentu tapi ia belum memiliki blog atau situs pribadi dengan tema travel, maka ia belum bisa dikatakan sebagai travel blogger.

Sebenarnya untuk memiliki blog pribadi tidak sulit karena ada banyak penyedia platform blog gratis yang bisa menggunakan, seperti Blogger.com, WordPress.com, Medium.com dan banyak lagi.

2. Konsisten traveling dan menulis

Meskipun sudah memiliki blog atau situs traveling tapi selama tidak konsisten mengisinya dengan tulisan-tulisan mengenai dunia traveling maka seseorang belum bisa sebutkan sebagai travel blogger.

Karena itu, kesampingkan konsisten menjadwalkan untuk traveling, konsisten menulis itu sangat penting. Tidak harus setiap hari, paling tidak rutin seminggu sekali mengisi blog atau situs dengan tulisan terbaru. Karena dengan begitu, kita sudah bisa menunjukkan komitmen dalam memberikan konten mengenai dunia traveling kepada publik. Selain itu, konsistensi juga menjadi bukti kalau kita benar-benar serius menjalani profesi sebagai travel blogger.

3. Jelas dalam menggambarkan atau memberikan informasi

Menurut Fahmi ada dua tipe travel blogger dalam menulis. Pertama Kamu Sah jadi Travel  adalah yang menulis secara story telling dan yang kedua adalah menulis secara travel guide. Story telling lebih fokus pada kekuatan cerita bilamana seorang traveler akan menulis berbagai pengalamannya selama pergi ke suatu tempat.

Sementara untuk travel guide lebih sering menulis untuk berbagi tips hingga informasi perjalanan seperti berbagai transportasi yang bisa menggunakan, tempat menginap, dan lainnya. Tapi tidak sedikit juga travel blogger yang menggabungkan kedua tipe ini.

Namun, apa pun tipe penulisan yang kita gunakan, selama seseorang tidak jelas dalam menggambarkan atau tidak lengkap dalam memberikan informasi kedalam tulisannya, maka ia belum bisa tersebut sebagai travel blogger. Karena tujuan travel blogger menulis adalah untuk memberikan informasi yang membutuhkan publik ketika ingin pergi ke suatu tempat.

4. Rajin promosikan blog dan tulisan sendiri

Travel blogger bukan cuma punya kewajiban jalan-jalan dan menulis, tapi juga punya kewajiban mempromosikan tulisannya agar dapat terbaca oleh khalayak luas. Terutama bagi mereka yang mau pergi ke suatu tempat. Karena tanpa melakukan promosi peluang tulisan dapat terbaca oleh orang banyak sangat kecil.

Seberapa penting tulisan seorang travel blogger agar baca publik? Jawabannya adalah penting banget. Karena semakin banyak yang membaca maka semakin besar peluang tulisan itu dapat memberi manfaat, baik manfaat untuk traveler karena bisa mendapatkan informasi yang terbutuhkan maupun untuk destinasinya itu sendiri karena bisa mengetahui publik secara luas.

5. Menjadi rujukan banyak traveler

Blog atau situs pribadi travel blogger pastilah akan selalu mencari dan menjadi rujukan bagi siapa pun yang mau traveling. Tujuan mereka mencari dan mengakses situsnya pun beragam. Ada yang mencari tips jalan-jalan, mencari informasi mengenai rute terbaik untuk menuju ke suatu tempat, atau untuk mencari referensi tempat baru yang mau kita kunjungi.

Jadi untuk bisa tersebut sebagai travel blogger, maka pastikan kalau blog atau situs pribadi kita sudah menjadi rujukan dan mencari oleh orang banyak ketika mau jalan-jalan. Dengan begitu secara tidak langsung orang-orang akan mengakui kita sebagai travel blogger. Pengakuan secara sosial ini penting juga karena mengingat belum adanya lembaga resmi yang bisa memberikan predikat atau gelar travel blogger kepada seseorang.

Jadi sekarang sudah tahu ‘kan kalau sebetulnya nggak mudah untuk bisa menjadi seorang travel blogger. Karena nyatanya seorang travel blogger bukan hanya pergi pelesiran sesuka hati, tapi juga harus rutin memikirkan tulisan yang mesti termuat dalam blog atau situs pribadinya. Karena pada dasarnya setiap orang bisa traveling, tapi gak semuanya bisa jadi travel blogger.